Belajar senenarnya sesuatu yang asyik kalau kita melakukan dengan benar.Kali ini Fayakhun Bakamla akan membagi tips bagaimana supaya belajar asyik dan menyenangkan buat teman-teman : 1. Pilih waktu yang tepat. Kamu pasti tahu kapan waktu yang tepat untuk belajar,untuk diri kamu sendiri bisa siang, malam, atau subuh. Menurut Fayakhun Bakamla Carilah waktu yang mana yang membuatmu lebih relaks. 2. Bikin suasana nyaman. Bukan hanya pilihan waktu, suasana pun sangat mendukung efektifitas belajar. Bagi Fayakhun Bakamla cari tempat yang nyaman di kawasan rumah kamu, bisa jadi itu adalah kamar kamu atau bahkan balkon rumah. Kalau kamu terbiasa dengan musik, kamu juga bisa belajar sambil mendengarkan musik. 3. Bikin diagram/catatan pribadi. Tidak semua yang ada di buku pelajaran atau yang disampaikan guru kamu penting. Pilih poin-poin utama dan temukan kata kuncinya. “Sehingga apa yang kamu pelajari akan lebih sederhana,” ujar Fayakhun Bakamla. 4. Mengerti bukan Menghaf...
Dikisahkan, suatu hari
ada seorang anak muda, Fayakhun Bakamla –sebutlah demikian namanya, yang tengah
menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel
karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari
si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak
lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan
waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya
sendiri.
Hingga suatu hari,
karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi
perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati
taman yang tertata rapi dan begitu indah.
"Hai anak muda.
Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,"
seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya,
"Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil
tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan
kita?"
Tanpa
mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab
ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi
rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah
ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan
sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian,
dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak
bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu
dengan burung kesayanganku?"
Sambil
tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun
karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi
melihatnya."
Saat
kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia
berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa
diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar
sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang
hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".
"Hahaha!
Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka
rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu,
maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang.
Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di
matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke
kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan
dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".
Seketika
itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya
telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa
orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".
Diambil dari http://ruangrumpi.blogspot.co.id
Komentar
Posting Komentar